Indonesia adalah sebuah negara kepulauan. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor adanya keberagaman suku dan budaya. Jika bicara tentang budaya yang ada di Indonesia pasti tidak lepas dari kesenianya yang begitu unik dan mistis.
Bahkan ada beberapa budaya Indonesia yang memang sudah terkenal kemistisanya sejak dulu. Namun bukan berati kemistisanya membuat banyak orang takut untuk melihat, malah kemistisan ini yang menjadi daya tarik tersendiri dari sebuah budaya kesenian tersebut.
1.Wayang kulit
merupakan
salah satu kesenian tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Jawa.
Lebih dari sekadar pertunjukan, wayang kulit dahulu digunakan sebagai media
untuk permenungan menuju roh spiritual para dewa. Konon, “wayang” berasal dari kata “ma Hyang”, yang berarti menuju spiritualitas sang kuasa. Tapi,
ada juga masyarakat yang mengatakan “wayang” berasal dari tehnik pertunjukan yang mengandalkan
bayangan (bayang/wayang) di layar.
Wayang kulit diyakini sebagai
embrio dari berbagai jenis wayang yang ada saat ini. Wayang jenis ini terbuat
dari lembaran kulit kerbau yang telah dikeringkan. Agar gerak wayang menjadi
dinamis, pada bagian siku-siku tubuhnya disambung menggunakan sekrup yang
terbuat dari tanduk kerbau.
Wayang kulit dimainkan
langsung oleh narator yang disebut dalang. Dalang tidak dapat diperankan oleh
sembarang orang. Selain harus lihai memainkan wayang, sang dalang juga harus
mengetahui berbagai cerita epos pewayangan seperti Mahabrata dan Ramayana.
Dalang dahulu dinilai sebagai profesi yang luhur, karena orang yang menjadi
dalang biasanya adalah orang yang terpandang, berilmu, dan berbudi pekerti yang
santun.
Sambil memainkan wayang, sang
dalang diiringi musik yang bersumber dari alat musik gamelan. Di sela-sela
suara gamelan, dilantunkan syair-syair berbahasa Jawa yang dinyanyikan oleh para
pesinden yang umumnya adalah perempuan. Sebagai kesenian tradisi yang bernilai
magis, sesaji atau sesajen menjadi unsur yang wajib dalam setiap pertunjukan
wayang.
Sesajian berupa ayam kampung,
kopi, nasi tumpeng, dan hasil bumi lainnya, serta tak lupa asap dari pembakaran
dupa selalu ada di setiap pementasan wayang. Tapi, karena banyak yang
menganggap sesajian tersebut merupakan suatu hal yang mubazir, belakangan ini
sesajian dalam pementasan wayang juga diperuntukkan bagi penonton dalam bentuk
makan bersama.
Wayang kulit merupakan
kekayaan nusantara yang lahir dari budaya asli masyarakat Indonesia yang
mencintai kesenian. Setiap bagian dalam pementasan wayang mempunyai simbol dan
makna filosofis yang kuat. Apalagi dari segi isi, cerita pewayangan selalu
mengajarkan budi pekerti yang luhur, saling mencintai dan menghormati, sambil
terkadang diselipkan kritik sosial dan peran lucu lewat adegan goro-goro. Tidak
salah jika UNESCO mengakuinya sebagai warisan kekayaan budaya Indonesia yang
bernilai adiluhung.
2. Kesenian Bambu Gila
Para pemain akan semakin merasa berat ketika memainkan permainan ini yang seakan-akan menari melawan kekuatan dari Bambu itu, bahkan ada yang bisa sampai terpental karena tidak kuat menahan kekuatan dari bambu gila tersebut.
3.Tari Jaipongan
4.Rampak Gendang
Kendang yang dipakaipun terdiri dari 2 kendang, yaitu kendang berdiri dan duduk. Rempak gendang biasanya dipadukan dengan berbagai alat musik seperti gitar, gamelan degung, rebab. Akhir-akhir ini rempak gendang dikolaborasikan dengan tari jaipong, musik dangdut, sampai lagu pop. Alat musik ini berkesan energik, keren dan bersemangat.
5. Sisingaan
Menurut perkembangannya kesenian Sisingaan sangat cepat merambat ke setiap daerah. Ciri khasnya membawa boneka-boneka Singa diiringi 4 penggotong pada 1 singa. Sisingaan pun terbuat dari beberapa jenis. Kayu penggotong terbuat dari bambu, singa tersebut juga terbuat dari kayu, bulu-bulu ekornya terbuat dari benang rafia, dan badannya dibungkus oleh kain hingga benar-benar mirip Singa.
Tradisi ini biasanya diadakan untuk menerima tamu khusus, khitanan/sunatan, hari besar dan acara khusus kesenian. Bila kamu ingin melihat secara langsung kesenian Sisingaan, masyarakat Subang selalu mengadakannya pada tanggal 5 April tiap hahunnya, lokasinya di setiap kecamatan di daerah Subang.







0 komentar:
Posting Komentar