Asal Usul Desa DukuhNgasem
Pada zaman dahulu sekitar ratusan tahun yang lalu ada seorang pasangan
suami istri yang sedang melakukan perjalanan yang cukup jauh.mereka
bernama Pak Citro dan Bu Citro .suatu ketika mereka merasa lelah dan
berusaha mencari tempat sebagai tempat peristirahatan.
Pada saat itu tibalah mereka disuatu tempat tanpa ada satupun penghuni
yang tinggal disana.daerah tersebut dikelilingi banyak tegal dan
persawahan.mereka singgah ditempat itu sambil melepas rasa lelah setelah
cukup jauh melakukan perjalanan,mereka menemui banyak pohon asem yang
ditanam disana.karena tak satupun ada orang yang tinggal disana,mereka
memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan tinggal menetap ditempat
itu,dan akhirnya mereka memberi nama daerah itu dengan perdukuhan asem
atau lebih dikenal sekarang sebagai “dukuh ngasem”.
Setelah cukup lama mereka tinggal di perdukuhan tersebut mereka
dikaruniai seorang anak.mereka hidup begitu bahagia dan
sejahtera.berselang beberapa tahun anak mereka dipinang oleh seorang
pemuda dan mereka begitu bahagia.setelah sekian bulan pernikahan anak
mereka,ternyata mereka akan dikaruniai seorang cucu ,betapa bertambah
bahagianya mereka setelah mengetahui bahwa mereka akan menimang seorang
cucu.
Mereka setiap harinya pergi kesawah,mereka bercocok tanam disana dan
mempunyai kekayaan yang luar biasa.mereka memiliki banyak sawah dan
beberapa harta berharga lainnya,sampai sampai saat memasuki rumah mereka
harus extra hati hati ,karena rumah mereka penuh dengan padi yang siap
dijual.
Beberapa tahun kemudian mereka merasa sudah tua dan tak sanggup lagi
untuk bekerja,mereka serahkan semua kepada anak cucunya agar bisa
menggantikan posisinya.suatu cerita mereka kembali kepada sang
pencipta,mereka meninggal dalam suatu kebahagiaan melihat anak cucunya
dapat hidup berkecukupan.mereka dimakamkan diutara perdukuhan ngasem
tersebut dan makam mereka dinamakan “Jodugor” yang sekarang berada
didesa yang bernama macanan dan tidak sembarang orang bisa dimakamkan di
jodugor tersebut.
Setelah meninggalnya Pak citro dan Bu Citro anak anak mereka masih
tinggal di Dukuh Ngasem tersebut dan mempunyai keturunan keturunan yang
hingga sampai sekarang ini masih menetap di desa tersebut.entah karena
sebab apa nama dukuh ngasem sekarang hanya dikenal sebagai desa “Dukuh” saja.







0 komentar:
Posting Komentar