Rabu, 18 Januari 2017

Asal Usul Desa Dukuh Ngasem


Asal Usul Desa DukuhNgasem

               Pada zaman dahulu sekitar ratusan tahun yang lalu ada seorang pasangan suami istri yang sedang melakukan perjalanan yang cukup jauh.mereka bernama Pak Citro dan Bu Citro .suatu ketika mereka merasa lelah dan berusaha mencari tempat sebagai tempat peristirahatan.
            Pada saat itu tibalah mereka disuatu tempat tanpa ada satupun penghuni yang tinggal disana.daerah tersebut dikelilingi banyak tegal dan persawahan.mereka singgah ditempat itu sambil melepas rasa lelah setelah cukup jauh melakukan perjalanan,mereka menemui banyak pohon asem yang ditanam disana.karena tak satupun ada orang yang tinggal disana,mereka memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan tinggal menetap ditempat itu,dan akhirnya mereka memberi nama daerah itu dengan perdukuhan asem atau lebih dikenal sekarang sebagai “dukuh ngasem”.
            Setelah cukup lama mereka tinggal di perdukuhan tersebut mereka dikaruniai seorang anak.mereka hidup begitu bahagia dan sejahtera.berselang beberapa tahun anak mereka dipinang oleh seorang pemuda dan mereka begitu bahagia.setelah sekian bulan pernikahan anak mereka,ternyata mereka akan dikaruniai seorang cucu ,betapa bertambah bahagianya mereka setelah mengetahui bahwa mereka akan menimang seorang cucu.
            Mereka setiap harinya pergi kesawah,mereka bercocok tanam disana dan mempunyai kekayaan yang luar biasa.mereka memiliki banyak sawah dan beberapa harta berharga lainnya,sampai sampai saat memasuki rumah mereka harus extra hati hati ,karena rumah mereka penuh dengan padi yang siap dijual.
            Beberapa tahun kemudian mereka merasa sudah tua dan tak sanggup lagi untuk bekerja,mereka serahkan semua kepada anak cucunya agar bisa menggantikan posisinya.suatu cerita mereka kembali kepada sang pencipta,mereka meninggal dalam suatu kebahagiaan melihat anak cucunya dapat hidup berkecukupan.mereka dimakamkan diutara perdukuhan ngasem tersebut dan makam mereka dinamakan “Jodugor” yang sekarang berada didesa yang bernama macanan dan tidak sembarang orang bisa dimakamkan di jodugor tersebut.
            Setelah meninggalnya Pak citro dan Bu Citro anak anak mereka masih tinggal di Dukuh Ngasem tersebut dan mempunyai keturunan keturunan yang hingga sampai sekarang ini masih menetap di desa tersebut.entah karena sebab apa nama dukuh ngasem sekarang hanya dikenal sebagai desa “Dukuh” saja.

0 komentar:

Posting Komentar